Asal Usul Istilah Tolo’ Bagi Sang Jagoan



I Tolo sebenarnya merupakan nama seorang yang tinggal di Gowa. Besama temannya yang kemudian oleh Belanda disebut Perampok 40 atau (Pagorra Patampulo; Makassar), lantaran mereka terdiri dari 40 orang. Mereka sulit ditaklukkan, keahliannya bukan alang kepalang, baik dalam menyerang tangsi maupun menggasak kantor pemerintah Belanda.

Tak ubahnya Robinhood dari Inggris atau Si Pitung dari Batavia (sekarang Jakarta), I Tolo lihai merampas uang kemudian membagi-bagikan kepada rakyat kebanyakan. Kawanan ini tak sekalipun kalah selagi ribut dengan lawan-lawannya. Apalagi rakyat dan bangsawan memihak kepadanya sehingga I Tolo sukar ditangkap Belanda.Namun nasib I Tolo berakhir tragis pada 1917. Bersama temannya I Rajamang, I Tolo tertahan, itu pun karena penghianatan anak buahnya yaitu I Camaggo. I Tolo dibunuh dan mayatnya ditarik di Limbung (daerah di Gowa).

Sejak itu namanya melegenda sebagai jagoan yang setia membela kebenaran. Dari peristiwa inilah pembela kebenaran atau jagoan selalu diasosiasikan dengan julukan Tolo’. Aktor yang memainkan peran protagonis dalam film Koboi seperti John Wayne dan Roy Rogers, oleh orang Sulawesi Selatan disebut Tolo’ atau Tolo’na (bugis). Tolo’ka dalam bahasa Makassar julukan bagi si pemberani. Sedangkat lawannya disebut penjaha atau bajingan. Peristilahan ini dipahami oleh hampir semua orang Sulawesi Selatan, bahkan sampai sekarang.

Sumber: Nasaruddin Koro, Ayam Jantan Tanah Daeng, Ajuara, Jakarta, 2006.