Suku To Balo: Manusi Belang di Pedalaman Barru



To Balo adalah suatu komunitas Manusia Belang yang hidup di pedalaman desa Bulo Bulo, Kec. Pujananting, Kab. Barru, Sulawesi Selatan. Setiap orang dari keturunan kelompok ini punya rupa kulit tak lazim, sekujur tubuh terutama kaki, badan, dan tangan, penuh bercak putih. Sementara tepat di tengah dahi mereka juga terdapat bercak putih yang nyaris membentuk segitiga, Karena itu mereka disebut To Balo. To Balo sendiri berasal dari bahasa bugis yaitu To (manusia) dan Balo (belang), jadi To Balo berarti Manusia Belang.

Populasi To Balo kini tinggal segelintir (jumlahnya tidak lebih dari 10 orang). Menurut kepercayaan mereka, jumlah satu keluarga tak boleh lebih dari 10 orang. Jika tidak, keluarga ke-11 dan berikutnya harus mati, entah dibunuh langsung atau dibuang ke suatu tempat sampai diyakini tak bernyawa. Bahasa masyarakat To Balo yang dipergunakannya sehari-hari adalah bahasa Bentong (Perpaduan antara bahasa Bugis dan bahasa Makassar).

Kelainan yang dialami kaum To Balo bukanlah penyakit melainkan pembawaan gen. Namun masyarakat setempat meyakininya sebagai kutukan Dewata. Alkisah suatu hari ada satu keluarga yang menyaksikan sepasang kuda belang jantan dan betina yang hendak kawin, bukan hanya menonton, keluarga itu juga menegur dan mengusik kelakuan kedua kuda itu, maka marahlah Dewata lantas mengutuk keluarga ini berkulit seperti kuda belang atau balo. Ada pula kisah versi lain. Para kaum To Balo percaya bahwa manusia dan kuda turun bersama dari langit saat pertama bumi diciptakan. Artinya, hewan berkaki empat itu bersaudara dengan manusia. Nah, orang-orang yang percaya dengan cerita ini otomatis akan berkulit belang.

Kaum To Balo bisa keluar dari masalah kulit ini jika mereka menikah dengan orang lain yang punya gen kulit normal. Selama ini kebanyakan mereka kawin antara mereka saja, padahal terbukti jika ada kaum To Balo yang kawin dengan orang di luar kelompoknya, sang anak akan berkurang belangnya.

0 Response to "Suku To Balo: Manusi Belang di Pedalaman Barru"

Post a Comment