Dari Nusantara Hingga ke Indonesia



Nama negara Indonesia berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu Indos yang memiliki arti Hindia, dan Nesos yang memiliki arti pulau, jadi nama Indonesia berarti Kepulauan Hindia.

Catatan masa lalu menyebutkan kepulauan yang berada di antara Indocina dan Australia yang kini dusebut Indonesia dikenal dengan berbagai nama.

Literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) menuliskan wilayah kepulaun yang menjadi Indonesia sekarang disebut dengan nama Nusantara untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Kerajaan Majapahit.

Dalam kronik Tionghoa menyebut kepulauan Nusantara dengan nama Nan-Hai yang berarti Kepulauan Laut Selatan. Sementara catatan kuno India menyebutkan dalam bahasa Sansekerta nama Dwipantara, Dwipa berarti Pulau dan Antara berarti luar atau seberang, jadi Dwipantara memiliki arti Kepulauan Tanah Seberang. Kisah Ramayana menceritakan pncarian Sinta istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suarnadwipa (pulau emas/Pulau Sumatera sekarang).

Selanjutnya bangsa Arab menyebut Jaza'ir Al-Jawi (Kepulauan Jawa). Sampai sekarang jema'ah haji dari Indonesia oleh orang Arab disebut orang Jawa meski bukan dari Jawa. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatera) dan Sholibis (Sulawesi). Bahasa latin untuk kemenyan, Benzoe, berasal dari bahasa Arab "Luban Jawi" (Kemenyan Jawa).

Kemudian pada masa kedatangan orang Eropa. Bagi orang Eropa yang datang pertama kali menyebut wilayah Asia dengan nama Hindia, Asia selatan disebut dengan nama Hindia Muka, Asia Tenggara disebut dengan nama Hindia Belakang, sementara Kepulauan Nusantara disebut Indische Archipel atau Indian Archipelago yang berarti Kepulauan Hindia.

Ada pula yang menyebut Oost Indie, East Indies, dan Indies Orientales yang kesemuanya memililiki arti sama yaitu Hindia Timur. Kelak juga dikenal Maleische Archipel dan Malay Archipelago yang berarti Kepulauan Melayu.

Unit politik di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi untuk wilayah kepulauan Nusantara, yaitu Nederlandsch-Indie yang berarti Hindia Belanda. Lain lagi dengan pemerintah pendudukan Jepang menyebut Nusantara dengan nama To-Indo yang memiliki makna Hindia Timur.

Salah satu tokoh dari Tiga Serangkai, Ernest Douwes Dekker, atau yang lebih dikenal Setiabudi menggunakan nama Insulinde untuk merujuk pada Kepulauan Nusantara, Insulinde berasal dari bahasa Latin Insula yang berarti pulau. Tokoh yang lain, Ki Hadjar Dewantara, mendirikan biro pers yang dinamainya dengan Indonesische Persbureau.

Ahli Etnologi berkebangsaan Inggris, George Samuel Windsor Earl mengajukan dua pilihan nama untuk Kepulauan Hindia, yaitu Indunesia dan Malayunesia. Kemudian nama Indonesia dipopulerkan oleh Adolf Bastian.

Nama Indonesia kemudian baru resmi dipergunakan untuk menyebut Kepulauan Nusantara setelah diadakannya Kongres Pemuda kedua yang melahirkan Sumpah Pemuda.

0 Response to "Dari Nusantara Hingga ke Indonesia"

Post a Comment