Koleksi Foto Pembantaian Westerling di Barru

Berikut ini beberapa foto yang menggambarkan keadaan Barru pada masa revolusi fisisk sedang berlangsung di seluruh pelosok Indonesia. Terkhusus di Sulawesi Selatan, perjuangan berbarengan dengan terjadinya peristiwa pembantaian puluhan ribu penduduk Sulawesi Selatan yang di lakukan oleh pasukan Depot Speciale Tropen (DST) dibawah pimpinan Kapten Raymond Westerling mulai Desember 1946 hingga Februari 1947.

Beberapa foto ini diabadikan oleh H.C. Kavelaars dan dikumpulkan dari laman nimh-beeldbank.defensie.nl yang mempublikasikan beberapa koleksi dari badan Institut Sejarah Militer Belanda (NIMH).

1. Eksekusi warga oleh tentara dari Depot Pasukan Khusus di kampung Salomoni (12 Februari 1947).
https://nimh-beeldbank.defensie.nl/memorix/85b23da7-0f66-d852-7d6e-84690498a4ac
Secara total, terdapat sekitar 20 orang yang dieksekusi mati dengan cara ditembak pada bagian leher. Prajurit Infantri XV ke-6 juga mengumpulkan orang-orang dari kampung sekitar Salomoni sebelum eksekusi. Terlihat pada foto pohon yang paling kanan, menurut keterangan, seorang lelaki yang berusaha mencoba melarikan diri setelah dikumpulkan diikat pada pohon tersebut kemudian ditembak mati.
https://nimh-beeldbank.defensie.nl/memorix/6287342f-1254-94a1-4f3b-8de90657fd2c
https://nimh-beeldbank.defensie.nl/memorix/14caec6f-1d9f-2fc2-7503-92a90e5f54ee

2. Muara Sungai di Barru (24 Januari 1947).
https://nimh-beeldbank.defensie.nl/memorix/ebb756e2-9162-560f-bf29-f43cd0412c86

3. Rumah kediaman Controller Selfbestuur Barru (Januari 1947).
https://nimh-beeldbank.defensie.nl/memorix/7d9131e4-000d-699e-b528-a9c8fae7097f
Di kampung ini, sekitar 30 pejuang republik melakukan serangan di malam hari pada awal Januari 1947 dengan senjata api dan granat tangan di kediaman Controller Selfbestuur dan kepala polisi. Selain itu, sekitar 23 tahanan republik juga dibebaskan oleh pejuang. Sebuah peleton dari Pasukan Infantri XV keenam kemudian pindah ke rumah ini selama 14 hari, yang mengakibatkan semua pelaku ditangkap oleh pleton ini dan unit-unit KNIL lainnya dalam jangka waktu tiga minggu.

4. Sejumlah korban pembantaian Westerling ditumpuk di alun-alun Kota Barru (Januari 1947).
https://nimh-beeldbank.defensie.nl/memorix/dc5b6f4a-9977-cea4-2484-893e771aef53
Menurut keterangan yang dibuat oleh fotografer, ini adalah mayat dari sekitar 30 orang yang ditangkap setelah serangan terhadap kediaman Controller Selfbestuur, kepala polisi dan penjara di Barru pada awal Januari 1947. eksekusi berlangsung di suatu pagi sekitar pukul tujuh atas perintah dari komandan Depot Pasukan Khusus. Sementara 24 orang lain dari penjara yang penuh sesak akan diambil, yang kemudian juga akan dieksekusi dengan senjata Bren. Komandan militer memerintahkan agar mayat-mayat itu tetap dibiarkan tergeletak sampai jam 12 siang, setelah itu mereka dilempar ke atas gerobak oleh beberapa orang yang untuk dimakamkan.

5. Kepulan asap di atas kampung pesisir di seberang sungai di Barru sebagai akibat dari pembakaran rumah-rumah oleh Belanda (Januari 1947).
https://nimh-beeldbank.defensie.nl/memorix/bf0ddbd8-c3a2-a5e8-6ceb-d9fd2d8bab7e
Menurut keterangan yang dibuat oleh fotografer, kampung dibakar oleh Kapten Raymond Westerling.