Qarun Tenggelam ke Dalam Tanah Bersama Hartanya Karena Likuifaksi

Gempa dan tsunami dahsyat yang mengguncang Palu dan Donggala pada 28 September 2018 memperlihatkan sebuah fenomena mengejutkan. Beberapa daratan di Palu dan Sigi tiba-tiba berubah seperti "bubur", menelan apa saja di permukaan. Sebagian "bubur" di daratan itu bergerak seperti air lumpur sungai, menyeret apa saja yang ada di permukaan dari beberapa meter hingga ada yang beberapa kilometer.
Danau Qarun di Mesir. Foto: inilahmedan.com
Fenomena ini ternyata pernah terjadi di masa Nabi Musa, di mana seorang tokoh yang kaya raya bernama Qarun tenggelam bersama kekayaannya karena fenomena ini.

Qarun adalah sepupu Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub, karena keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi, Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu. Silsilah lengkapnya adalah Qarun bin Yashar bin Qahit/Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim.

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah.

Dikisahkan pula dalam Al-Qur'an dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain dan dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak. Begitu kayanya Qarun, sehingga kunci-kunci harta bendanya harus dipikul oleh beberapa orang yang kekar, terlalu berat untuk dibawa oleh satu orang. Para tetangga dan orang sekelilingnya ingin sekali memiliki apa yang dimiliki Qarun.

Menurut kisah Islam, Qarun ingkar atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya, yang pada akhirnya ia diberi azab oleh Allah, gempa bumi dahsyat terjadi, membuat tanah merekah seolah-olah tanah itu mencair dan menelan Qarun tertimbun beserta harta bendanya kedalam tanah dalam waktu semalam.

Fenomena mencairnya tanah ini disebut dengan istilah likuifaksi tanah, hal ini disebebkan karena ketika terjadi guncangan atau gempa bumi, lapisan tanah seperti teraduk dan otomatis merusak lapisan kedap air di bawahnya. Ketika lapisan kedap air atas terkoyak, maka air tanah akan terbuka dan bercampur dengan tanah yang teraduk oleh guncangan gempa sehingha tanah menjadi cair seperti lumpur dan menelan seluruh apa yang ada di atas permukaan tanah.

Tempat Qarun ditenggelamkan bersama dengan harta dan pengikutnya telah menjadi danau yang dikenal sebagai Danau Qarun atau dalam bahasa Arab Bahirah Qarun. Yang tersisa hanya puing-puing istana Qarun yang teletak di daerah Al Fayyum, Mesir.