Banjir Besar Pernah Melanda Barru Pada Tahun 1935

Penulis: -
Banjir Besar Pernah Melanda Barru Pada Tahun 1935
Indonesua merupakan negara yang dilintasi garis katulistiwa, karena posisinya ini yang berada di katulistiwa membuat Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis, artinya hanya ada dua musim di Indonesia, yaitu musim panas dan musim penghujan.

Ketika musim hujan tiba, curah hujan yang tinggi dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian, ditambah lagi tanah yang subur membuat Indonesia sebagai negara yang melimpah hasil buminya.

Namun terkadang curah hujan di Indonesia begitu sangat tinggi sehingga kadang menimbulkan bencana alam seperta banjir. Ditambah lagi oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang kurang peduli terhadap lingkungan, kebiasaan masyarakat merusak serta mencemari lingkungan memperparah terjadinya bencana banjir.

Baca juga: Ternyata Masalah Banjir di Jakarta Sudah Ada Sejak Masa Kerajaan Tarumanagara

Banjir sendiri merupakan bencana menahun yang selalu datang di musim penghujan dan sulit diatasi di Indonesia. Utamanya di kota-kota besar. Banjir ini bukan lah yang baru, bahkan sejak masa kolonial Belanda pun banjir sudah menjadi masalah.
Banjir yang terjadi di Sulawesi Selatan pada masa kolonial Belanda
Banjir yang terjadi di Sulawesi Selatan pada masa kolonial Belanda. Foto: Wereldculturen
Di sulawesi selatan, banjir juga telah menjadi permasalahan yang serius, utamanya di Kabupaten Barru. Rupanya bencana banjir di Kabupaten Barru merupakan bencana yang baru dirasakan masyarakat beberapa tahun belakangan ini.

Biasanya banjir yang terjadi disebabkan oleh meluapnya sungai sungai besar di Barru akibat pendangkalan dan hilangnya hutan yang menjadi daerah resapan air. Namun pada umunya banjir di wilayah ini tidak akan berlangsung lama karena banjirnya hanya luapan air sungai, begitu hujan lebat berhenti, maka banjir pun mulai surut.

Baca juga: Pohon Aju Berru Kian Langka di Barru

Ternyata, bencana banjir besar pernah terjadi di Barru pada tahun 1935. Sebuah koran berbahasa Belanda, De Bredasche Courant, yang diterbitkan pada 2 April 1935, memberitakan tentang kejadian banjir besar itu di Barru.

Dikabarkan bahwa hujan deras disertai badai di Sulawesi Selatan menyebabkan banjir besar di berbagai daerah, terutama di Barru. Banjir menyebabkan jalan lalu lintas antara Makasser dan Watampone tidak dapat dilewati karena berubah menjadi lebih berlumpur.
Artikel pada koran "De Bredasche Courant" yang mengabarkan tentang banjir di Barru pada tahun 1935
Artikel pada koran "De Bredasche Courant" yang mengabarkan tentang banjir di Barru pada tahun 1935. Foto: delpher.nl
Sementara jalan antara Makassar dan Parepare tidak dapat dilewati karena terendam banjir, sehingga untuk melewatinya harus menggunakan rute melingkar ke selatan melewati Jeneponto, Bulukumba, hingga ke Bone yang jaraknya ratusan kilometer.

Baca juga: Koleksi Foto Bersejarah di Barru Pada Masa Perang Kemerdekaan

Barru menjadi wilayah yang terampak paling parah akibat banjir. Ada ratusan rumah yang terendam banjir. Di kampung Lisu dikabarkan sembilan rumah roboh. Sementara di Bottoe ada dua rumah yang hanyut oleh banjir.

Selain itu, seorang wanita tenggelam, pasar dan bangunan masjid terendam air dengan ketinggian lima meter, sekolah rakyat di Barru hancur karena badai, serta sebuah jembatan yang berada di Buludua terputus dan tidak bisa dilalui.

Sebagian besar masyarakat tetap bertahan di loteng rumah. Binatang ternak dan unggas semua tenggelam, sementara banyak tambak ikan terendam, dengan demikian semua ikan hilang. Total kerugian yang diakibatkan oleh bencana itu belum bisa ditafsirkan pada saat itu.