Raja Belanda Menyampaikan Permintaan Maaf Atas Kekerasan yang Terjadi di Indonesia Pada Masa Lalu

Penulis: -
Raja Belanda Menyampaikan Permintaan Maaf Atas Kekerasan yang Terjadi di Indonesia Pada Masa Lalu
Raja Belanda, Willem Alexander telah meminta maaf atas kekerasan yang diderita oleh orang Indonesia selama tahun-tahun awal setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia dan Ratu Maxima bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam upacara resmi di Istana Bogor di Jawa Barat pada hari Selasa (10 Maret 2020).

"Sejalan dengan pernyataan oleh pemerintah saya sebelumnya, saya ingin mengungkapkan penyesalan dan permintaan maaf saya atas kekerasan yang berlebihan di Indonesia pada tahun-tahun itu," kata Willem saat jumpa pers gabungan pada hari Selasa.

Baca juga: Belanda Tidak Rela Indonesia Merdeka

"Dan saya menyadari penuh, bahwa rasa sakit dan kesedihan keluarga yang terpengaruh masih terus dirasakan hingga hari ini."

Pernyataan Willem ini membalikkan sikap raja Belanda sebelumnya yang menolak untuk meminta maaf atas kejahatan perang di Indonesia. Selama kunjungan kenegaraan terakhir raja Belanda, Ratu Beatrix, pada tahun 1995, Ratu Beatrix dicegah oleh Perdana Menteri Wim Kok untuk menyampaikan permintaan maaf, dan mengatakan bahwa Belanda belum siap.

Indonesia menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tetapi Belanda hanya mengakui kedaulatannya pada tanggal 27 Desember 1949.

Pemerintah Belanda telah meminta maaf beberapa kali atas kejahatan perang yang dilakukan pasukan kolonial antara tahun 1945 hingga 1949 di Indonesia.

Baca juga: 15 Fakta Sejarah Saat Awal Kemerdekaan Indonesia yang Jarang Diketahui

Pada tahun 2013, duta besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan menyampaikan permintaan maaf kepada 10 janda yang suaminya dieksekusi dalam serangkaian pembunuhan massal di Sulawesi Selatan antara Desember 1946 dan Februari 1947 selama operasi militer oleh pasukan Belanda di bawah pimpinan Kapten Raymond Pierre Paul Westerling. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Peristiwa Korban 40 ribu jiwa.
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana berfoto bersama Raja Belandan Willem Alexander dan Ratu Maxima, terlihat di anatara mereka keris milik Pangeran Diponegoro yang dikembalikan ke Indonesia dari Belanda
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana berfoto bersama Raja Belandan Willem Alexander dan Ratu Maxima, terlihat di anatara mereka keris milik Pangeran Diponegoro yang dikembalikan ke Indonesia dari Belanda. Foto: today.line.me
Kunjungan kenegaraan raja Belanda ini direncanakan berlangsung selama empat hari dimulai pada hari Selasa, meskipun baru-baru ini diumumkannya puluhan orang terjangkit kasus Virus Corona (COVID-19) yang dikonfirmasi di Indonesia.

Raja Belanda juga menyatakan keinginannya untuk melihat hubungan kerjasama yang lebih kuat antara Indonesia dan Belanda.

Baca juga: Koleksi Foto Pembantaian Westerling di Barru

"Indonesia memiliki tradisi toleransi beragama yang panjang dan dapat memainkan peranan penting untuk terus bekerja sama membina kedamaian, keadilan dan perlindungan kaum minoritas berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial," kata Raja Willem Alexander.

"Dan kami ingin bekerja sama dengan Indonesia sampai akhir ini."

Berbicara di hadapan Willem, Jokowi menekankan perlunya dua negara untuk mempererat hubungan dan saling menghormati.

"Tentu saja, kita tidak bisa menghapus sejarah, tetapi kita bisa belajar dari masa lalu. Ini berguna sebagai pelajaran bagi komitmen kita untuk menumbuhkan hubungan yang sama dan dengan saling menghormati dan saling menguntungkan," kata Presiden Jokowi.

Dilansir dari Dutch Docu Channel.